Perkembangan 5G di Indonesia

Teguh Priamedalisan 1111500008 
Teknik Elektro 
INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 
Tangerang Selatan 

Tulisan yang diambil dari sebagian dari beberapa sumber yang terkini. 
 Adapun sistematika tulisan ini adalah pembahasan poin-poin sebagai berikut:
1. Pendahuluan 
2. Jenis dan macam jaringan 
3. Jaringan 5G akan di terapkan 2020


1. Pendahuluan 

Jaringan (network) iyalah sebuah sistem operasi yang terdiri atas sejumlah komputer serta perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuam yang sama ataupun suatu jaringan kerja yang terdiri dari titik-titik (nodes) yang terhubung satu sama lain yang saling berinterakasi, dengan atau tanpa kabel. Masing-masing nodes itu berguna sebagai stasiun kerja (workstations). Salah satu nodes iyalah sebagai media jasa atau server , iyalah yang mengatur fungsi tertentu dari nodes-nodes lainnya. Pada dasarnya teknologi jaringan komputer itu sendiri iyalah perpaduan anatara tenologi komputer serta juga teknologi komunikasi.

(https://www.gurupendidikan.co.id/definisi-dan-pengertian-jaringan-terlengkap/) 

2. Macam dan jenis jaringan/sinyal 


A. 1G 

Di awal, sudah dibahas bahwa teknologi radio mobil jadi cikal bakal kelahiran teknologi jaringan 1G alias Generasi Pertama. Teknologi jaringan pertama ini mengacu pada teknologi yang sudah digunakan pada alat komunikasi seluler alias digunakan pada ponsel.
Teknologi 1G ini hadir menggunakan jaringan yang memakai sistem analog. Istilah kerennya disebut AMPS atau Advanced Mobile Phone System. Teknologi 1G ini pertama kali dipakai pada 1970, ketika teknologi mikroprosesor ditemukan untuk kebutuhan teknologi komunikasi nirkabel. Oh yah, teknologi 1G ini adalah teknologi yang hanya bisa mengirim dalam bentuk suara saja.

Sumber:http://verisundajarashter.blogspot.com/2018/11/teknologi-jaringang-1g2g3g4gsampai-5g.html

 B. 2G 

2g

Sistem jaringan analog sudah mulai ditinggalkan ketika teknologi telepon seluler sudah memasuki generasi kedua yakni jaringan 2G. Teknologi ini diperkenalkan secara komersil pertama kali oleh Radiolinja pada 1991. Pada jaringan generasi kedua inilah, ponsel berevolusi, tidak hanya mendukung teknologi pengiriman suara tetapi juga teks atau yang kemudian dikenal sebagai SMS.

Generasi kedua ini menghasilkan beberapa teknologi jaringan. Teknologi jaringan yang cukup terkenal adalah GSM dan CDMA. Orang Indonesia dengan mudah mengenali dua jaringan ini karena saat itu ada operator seluler yang beroperasi menggunakan GSM dan ada berjalan di CDMA.

Selain GSM dan CDMA, ada juga teknologi jaringan lainnya. Sebut saja TDMA, PDC, iDEN, DECT, dan PHPS.

Radiolinja saat itu memakai teknologi GSM Global System of Mobile, teknologi jaringan 2G yang kemudian populer dan banyak digunakan di berbagai operator lainnya. Teknologi jaringan GSM ini hadir di frekuensi 900 MHz dan pada perkembanganya frekuensi yang dipakai di GSM adalah 1800 MHz dan 1900 MHz.

Selain GSM, ada juga teknologi CDMAone. Teknologi ini merupakan teknologi 2G yang memakai basis Code Division Multiple Access(CDMA). Teknologi CDMA ini hadir di jaringan 800 MHz, tetapi ada juga CDMA yang ada di jaringan 1900 MHz.

C. 3,5G

GPRS

Teknologi jaringan 2G mengalami peningkatan ke generasi 2,5G. Teknologi ini memungkinkan komunikasi tidak hanya berupa suara dan pesan saja, tetapi juga berupa data 153 kbps. Layanan MMS adalah salah satu contoh dukungan dari hadirnya teknologi 2,5G ini. Jaringan 2,5G  sendiri terkenal dengan dua tipe jaringan, yaitu.

  • GPRS

GPRS adalah singkatan dari Global Package Radio Service. Layanan ini adalah teknologi pengiriman dan penerimaan data yang berkaitan dengan internet, seperti email dan data gambar dengan kecepatan 56 kbps sampai 115 kbps. Teknologi ini populer di Indonesia pada awal 2000-an

  EDGE

EDGE adalah singkatan dari Enhanced Data rates for GSM Evolution. Teknologi ini merupakan perkembangan dari GPRS sehingga kadang EDGE disebut juga sebagai teknologi jaringan 2,75G. Pasalnya, jaringan ini mampu mengirim data mencapai 236 kbps. Teknologi EDGE ini pertama kali diperkenalkan di Amerika pada 2003 oleh operator AT&T.

D. 3G
3g network

* sumber: www.doncaprio.com

Teknologi jaringan 3G adalah evolusi jaringan seluler yang cepat perkembangannya dibandingkan dua generasi sebelumnya. Pasalnya, di generasi ketiga inilah, telepon seluler kini bisa digunakan untuk berinternetan dengan nyaman, termasuk untuk mengakses video di internet.

Kehadiran jaringan 3G membuat telepon seluler atau HP kini bisa dipakai untuk kirim email lebih cepat, kirim pesan instan, menonton video, bahkan teknologi untuk video call. Karena fungsinya yang bisa dipakai untuk internetan, jaringan 3G kemudian disebut sebagai mobile broadband.

Teknologi 3G pertama kali hadir secara komersial dimulai pada tahun 2001 di Jepang oleh NTT DoCoMo. Tahun 2002, Korea Selatan pun memakai teknologi yang diklaim mampu melakukan transfer data sampai 2Mbps.

Teknologi 3G sediri adalah standar yang kemudian ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang diadopsi dari IMT-2000. Organisasi ini yang kemudian menetapkan evolusi 2G ke 3G dari dua tipe operator, yakni dari 2G TDMA ke IMT-SC EDGE (operator GSM) dan 2G CDMA (cdmaOne) ke IMT-SC (operator CDMA).

E.  3,5G dan 3,75G (HSPA,HSDPA, HSUPA, HSPA+, EVDO)

HSPA

Evolusi kecepatan data membuat jaringan 3G berevolusi ke jaringan 3,5G, 3G+, atau bahkan ke 3,75G. Contohnya adalah HSDPA atau (High-Speed Downlink Packet Access). HSDPA ini merupakan teknologi jaringan 3,5G yang memungkinkan kecepatan transfer data mencapai 14 Mbps sehingga membuat hadirnya perangkat modem 3,5G untuk komputer atau laptop.

Modem HSDPA ini pertama kali diperkenalkan pada 2007. Dua tahun kemudian, terdapat 250 jaringan HSDPA yang tersedia secara komersial di 109 negara.

Ada HSDPA, ada juga HSUPA atau High-Speed Uplink Packet Access. Jaringan ini adalah jaringan yang fokus pada unggahan data ke internet dengan kecepatan sampai 5,76 Mbit/s. Kehadiran teknologi ini jadi cikal bakal banyaknya data yang diunggah ke internet lewat ponsel dan jaringan mobile broadbandsaja.

HSDPA dan HSUPA adalah jaringan dalam satu keluarga bernama HSPA (High-Speed Packet Access). Jaringan HSPA ini berada pada frekuensi 1900 MHz dan 2100 MHz. Bahkan, ada juga yang berjalan pada frekuensi 850 MHz.

Di dalam keluarga HSPA ini, ada juga jaringan yang dinamakan, HSPA+ atau disebut juga Evolusi HSPA. Pelopor HSPA+ ini adalah Telstra yang melakukan uji coba HSPA+ di Australia pada 2008. Teknologi jaringan ini juga disebut sebagai teknologi jaringan 3,75. Penyebutan ini bukan tanpa sebab karena HSPA+ memiliki antena Multiple Input Multiple Output (MIMO).

MIMO ini berfungsi sebagai peningkatan kecepatan data dan untuk mempercepat jaringan. Dengan HSPA+, kecepatan jaringan bisa mencapai 21 Mbit/s, bahkan di Italia ada operator yang memakai jaringan HSPA+ yang diklaim bisa memiliki kecepatan sampai 28Mbit/s.

Selain keluarga HSPA, teknologi evolusi 3G ini juga memiliki jaringan EVDO atau Evolution Data Optimized. Jaringan ini merupakan wireless broadband berkecepatan tinggi yang dihadirkan oleh para pemain telekomunikasi di jaringan CDMA2000 yang tergabung dalam Asosiasi Industri Telekomunikasi.

Sederhananya, jika operator GSM menawarkan jaringan internet cepat lewat HSPA, maka operator CDMA menghadirkan jaringan EVDO. Verizon dan Sprint adalah operator yang turut menghadirkan jaringan EVDO. Sementara di Indonesia, saat teknologi generasi ketiga, operator Smartfren menghadirkan jaringan EVDO.

F. 4G (LTE) 

4g lte

* sumber: www.biliranisland.com

Teknologi jaringan seluler generasi keempat adalah 4G LTE. LTE adalah singkatan dari LTE (Long Term Evolution) yang mengacu pada evolusi peningkatan jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA yang memiliki kecepatan data sampai 100 Mbps, bahkan lebih. Jaringan 4G LTE ini memiliki spektrum yang berbeda dengan jaringan 2G dan 3G.

Karena hal tersebutlah, pengembangan 4G LTE di Indonesia cukup lambat karena penerapannya sedikit berbeda jika dibandingkan ketika operator beralih dari 2G ke 3G. Namun, 4G LTE (saat artikel ini dibuat) kini sudah menjamur ke berbagai wilaya di Indonesia. Pengembangan 4G LTE pun bakal terus berlanjut sampai ke pelosok.

Teknologi jaringan 4G LTE sendiri hadir pertama kali pada 14 desember 2009 lewat operator seluler TeliaSonera di Stockholm dan Oslo. Di Indonesia, jaringan 4G LTE, dimulai pada 2015 dan kini menjadi jaringan yang bisa diandalkan untuk mengakses berbagai konten di internet.

G. 5G

5g

Teknologi jaringan seluler generasi kelima adalah 5G. Teknologi ini adalah teknologi jaringan seluler yang menggantikan jaringan 4G. Kecepatannya sudah memakai ukuran Gbps bukan Mbps lagi. Bayangkan, 4G LTE yang sekarang digunakan saja sudah sangat cepat, apalagi 5G.

Jaringan 5G ini sendiri bakal memakai gelombang tadi yang dapat dibagi menjadi frekuensi-frekuensi yang berbeda dan setiap frekuensi disiapkan untuk tipe komunikasi yang berbeda. Karena hal ini, jaringan 5G bakal memiliki pita frekuensi yang lebih lebar sehingga lalu lintas data tidak akan terlalu sibuk seperti halnya jaringan 4G LTE.

Kehadiran jaringan 5G bakal jadi jembatan bagi dunia untuk memasuki Industri 4.0. Ketika dunia memasuki Industri 4.0, diramalkan banyak berbagai tugas dan pekerjaan bakal dibantu oleh mesin dan internet yang cepat.

Nah, itulah pemaparan soal tipe-tipe atau jenis-jenis jaringan seluler yang perlu kamu tahu. Jika kamu membaca dari awal, tampak kalau jaringan seluler mengalami evolusi yang luar biasa, terutama ketika jaringan 2G memasuki era jaringan 3G.

Sumber:(https://www.google.com/amp/s/carisinyal.com/jenis-jenis-jaringan-seluler/amp/)


3. Perkembangan teknologi 5G di Indonesia 

Akses Internet 5G akan direalisasikan untuk smartphone tahun 2020. Ini menyusul adanya kesepakatan dari United Nations atau PBB.Seperti dikutip dari Digitalspy, Minggu (1/11/2015), seorang ahli komunikasi radio dari PBB telah menyusun roadmap untuk pengembangan teknologi akses Internet 5G.Dengan membuka jalan peluncuran dalam waktu lima tahun ke depan, pengguna ponsel pintar bisa mengakses Internet cepat 5G tersebut.Secara teoritis, menurut ahli komunikasi radio, generasi kelima jaringan nirkabel untuk komunikasi mobile tersebut dikatakan mampu memberikan kecepatan hingga 1.000 kali lebih cepat dari akses Internet 4G.Namun, penelitian untuk 5G lebih lanjut masih diperlukan. Sebagaimana handset Samsung telah melakukan uji coba akses Internet 5G tahun lalu, yang mencapai kecepatan puncak 7.5 Gbps, atau 30 kali lebih cepat daripada koneksi 4G rata-rata.Jaringan akses Internet 5G diklaim akan menjadi kunci untuk mengembangkan teknologi lain, seperti Internet of Things (IoT) dan mobil driverless. Diharapkan smartphone Iphone 9 dan Samsung Galaxy S11 mampu menanganinya.Sementara itu, Indonesia masih fokus pengembangan akses Internet 4G dibanding 5G. Padahal di negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan tengah bersiap menyambut kehadiran 5G.Dikutip dari dari Detik, Minggu, Menkominfo Rudiantara mengaku belum menyiapkan model bisnis bagi akses Internet 5G karena implementasi dari teknologi generasi kelima itu masih membutuhkan waktu yang lama.“Jepang saja baru menikmati layanan 5G tahun 2020. Kita bisa lebih lama karena belum adanya model bisnis 5G yang siap digunakan Indonesia. Jadi kita fokus ke 4G saja dulu,” kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu di Sinabang.Diungkapkannya, negara maju seperti Jepang membangun teknologi akses Internet 5G dengan target selesai tahun 2020 untuk dimanfaatkan dalam Olimpiade. Begitu dengan Korea Selatan yang menargetkan pengembangan 5G beberapa tahun mendatang.“Kalau kita fokus dulu ke 4G. Kita ingin tata ulang pita frekuensi 1.800 MHz cepat selesai agar akses Internet 4G dirasakan masyarakat. 2018, kita maunya semua ibukota kabupaten itu sudah broadband,” tegasnya.Hal lain yang menjadi prioritas dari pemerintah adalah backbone berbasis kabel optik hingga ibu kota kabupaten, kotamadya dan kecamatan-kecamatan.“Kita masih punya daerah-daerah yang masih tercecer. Belum lagi di daerah perbatasan yang masih belum ada sinyal seluler. Saya tengah menjalankan pilot project bekerja sama dengan Pemda dan Kominfo yang subsidi transmisi. Pokoknya saya ingin infrastruktur telekomunikasi itu sebagai salah satu simbol kedaulatan negara di perbatasan,” pungkasnya.

Sumber: http://www.solopos.com/2015/11/01/akses-internet-jaringan-5g-akan-diterapkan-2020-657133

https://www.kominfo.go.id/content/detail/6318/jaringan-5g-akan-diterapkan-2020/0/sorotan_media

bigstock-212246500.jpg
Sumber: www.bigstockphoto.com

5G atau Fifth Generation adalah fase berikutnya dari standar jaringan telekomunikasi 4G yang saat ini masih berjaya. Dengan jaringan yang baik, teknologi 4G memiliki kecepatan download sampai dengan 1 gigabit per second (Gbps). Rasanya sudah cukup cepat. Tapi apakah kalian sadar bahwa 4G ternyata sudah berusia satu dekade? Ya, 4G pertama kali beroperasi di tahun 2009 silam. Jadi masa sih selama 10 tahun kita hanya bisa melakukan download sebesar 1 Gbps saja? Trus seberapa cepat 5G?

Jaringan 4G ternyata mulai dirasa belum cukup cepat untuk menunjang perkembangan teknologi ke depannya. Salah satu catatan di Indonesia bahwa teknologi 4G mulai keteteran mengikuti perkembangan jaman adalah kejadian pada saat Flash Sale 11-11 tahun 2018 lalu, jaringan internet untuk pesta e-commerce tersebut mendadak menjadi sangat lemot.

Dengan jumlah pengguna internet sebesar 4,3 miliar orang, teknologi 4G nampaknya sudah mulai ketinggalan jaman. Jadi lahirlah 5G yang dirancang untuk sanggup memberikan kecepatan download 10 Gbps. Ada yang klaim sampai 20 Gbps, bahkan 35.46 Gbps!

bitfinance.jpg
Sumber: bitfinance.news

Sebagai perbandingan, 1G memiliki kecepatan sebesar 2,4 Kbps, 2G sebesar 50 Kbps (GPRS) dan 1Mbps (EDGE), selanjutnya terdapat peningkatan signifikan pada 3G yang menawarkan kecepatan sampai dengan 21,6 Mbps.

Teknologi super cepat ini tentunya akan menguntungkan para netizen. Untungnya kita tidak perlu menanti terlalu lama. 5G rencananya akan diluncurkan tahun depan. Berbagai negara sudah mulai menyiapkan infrastruktur untuk menyambut kehadiran sang bintang ini. Lalu bagaimana dengan negara kita tercinta?

Yes! Indonesia ternyata juga sudah mulai mengembangkan penerapan teknologi ini. Beberapa operator jaringan seluler sudah memulai uji coba jaringan 5G sejak tahun 2018. Pengembangan teknologi 5G di Indonesia juga didukung oleh Pemerintah, sebagai salah satu komitmennya untuk membangun 5 sektor industri yang memiliki daya saing kelas regional yang sejalan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0. Kelima sektor industri itu adalah makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, dan kimia.

Kenali Teknologi 5G

Jadi kita tahu bahwa 5G sudah di depan mata. Tapi apakah kalian sudah tahu apa sih sebenernya 5G itu dan bagaimana ia bisa menawarkan kecepatan yang sedemikian tinggi?

comparing-4g-and-5g_960x410.jpg
Sumber: www.qorvo.com

Teknologi 5G memiliki jeda pengiriman data (latency) yang lebih rendah, yaitu di bawah 10 milidetik. Kecepatan seperti ini akan sangat membantu pemrosesan data secara real time. Bagi industri jaringan, teknologi ini dapat memberikan keuntungan bagi operator seluler, mengingat jumlah pelanggan yang dapat dilayani pada satu jaringan 5G, lebih banyak dibanding 4G. Sehingga biaya operasional menyediakan jaringan ini lebih rendah, dengan demikian harga layanannya pun akan lebih murah (semoga ya).

Pada dasarnya teknologi LTE (Long-Term Evolution) pada 4G telah menyediakan fondasi untuk 5G. Salah satu pemain besar industri jaringan, Qualcomm, sudah memiliki teknologi 5G yang dapat berjalan seiring dengan 4G ini.

Namun tidak seperti 4G yang membutuhkan menara berdaya tinggi untuk memancarkan sinyal jarak yang lebih jauh. Sinyal 5G dapat ditransmisikan melalui sejumlah besar stasiun sel kecil yang terletak di tempat-tempat seperti tiang lampu atau atap bangunan. Hal ini karena sinyal 5G hanya dapat melakukan perjalanan jarak pendek (gelombang pendek) dan dapat terganggu oleh cuaca dan fisik seperti bangunan. Semakin pendek gelombang, semakin tinggi frekuensi, dan semakin banyak data yang dapat dibawanya.

Dampak Radiasi 5G

Dalam Spektrum Elektromagnetik, ada porsi dari radio waves dan microwavesyang disebut sebagai Radiasi RF (Radio Frequency/RF Radiation). Pada porsi dari spektrum ini, semakin tinggi frekuensinya, (artinya semakin pendek panjang gelombangnya), semakin berbahaya bagi organisme hidup.

Electromagnetic-Spectrum.jpg
Sumber: www.radiationhealthrisks.com

Frekuensi mulai dari 30 Hz hingga 1 GHz termasuk dalam radio waves. Di atas 1 Ghz hingga 300 GHz adalah microwaves.

Pada tahun 2011 International Agency for Research on Cancer (IARC) badan kesehatan di bawah WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia mengklasifikasikan Radiasi RF sebagai possibly carcinogenic atau penyebab kanker. Teknologi 2G, 3G dan 4G menggunakan frekuensi antara 1 GHz hingga 5 GHz. Teknologi 5G menggunakan frekuensi yang jauh lebih tinggi, yaitu antara 24 GHz hingga 90 GHz. Sebagai gambaran oven microwave menggunakan frekuensi 2,45 GHz. Senjata militer milik Angkatan Darat AS, microwave crowd control, dapat membuat panas kulit manusia dari jarak jauh dengan menggunakan frekuensi 95 GHz. Ngeri gak sih?

5G-network-technology-small-cell-boxes.jpg
Stasiun mini 5G di tiang listrik. (Sumber: www.smallcaps.com.au)

Nah, yang membuat semakin ngeri lagi, karena gelombangnya yang pendek, penyebaran stasiun kecil pemancar 5G akan jauh lebih banyak daripada teknologi 4G. Khususnya di daerah padat penduduk. Bahkan bisa di setiap 2 - 8 rumah, guna mendapatkan penerimaan sinyal yang baik. Kalian juga bisa googling tentang rumor pengetesan jaringan 5G di Belanda yang menewaskan ratusan burung yang sedang terbang.

Fisikawan ternama dan mantan spesialis militer Inggris dalam Electronic Warfare, Dr. Barrie Trower, mengatakan bahwa ilmuwan terkemuka dari 40 negara, menentang peluncuran 5G. Mereka telah melakukan ratusan penelitian dan makalah yang menunjukkan efek negatif dari Radiasi RF dan bahaya dari frekuensi yang digunakan dalam teknologi 5G.

Jadi berdasarkan hasil penelitian sejauh ini, beberapa dampak serius dari tereksposnya manusia terhadap gelombang 5G, antara lain adalah:

  • Pemutusan rangkaian DNA untai tunggal dan untai ganda (yang mengarah pada kanker)

  • Kerusakan oksidatif (yang menyebabkan kerusakan jaringan dan penuaan dini)

  • Gangguan metabolisme sel

  • Kebocoran darah dalam otak

  • Pengurangan melatonin (menyebabkan insomnia dan meningkatnya risiko kanker)

  • Gangguan metabolisme glukosa otak

  • Tubuh menghasilkan protein stres (mengarah ke berbagai penyakit)

Apa Tanggapan Pemerintah?

Menkominfo Rudiantara, pada saat acara 5G Experience Center di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, bulan Desember 2018 lalu, menyampaikan bahwa fokus penggunaan teknologi 5G di Indonesia adalah pada industri-industri.

Ia menjelaskan dasar diciptakannya teknologi adalah untuk menunjang aktivitas industri, bukan untuk pengunaan perorangan seperti 4G saat ini.

"Jangan berpikir 5G ini untuk smartphone yang digunakan perorangan. Smartphone itu pakai 4G sudah kenceng. Kalau ponsel pakai 5G itu mubazir. Belum lagi biayanya, paketnya, pasti mahal," jelasnya lagi.

"Kominfo bersama Kementerian Perindustrian sedang menyiapkan tempat khusus untuk mengembangkan 5G. Nantinya di kawasan itu akan digunakan untuk menguji, mengembangkan, hingga menerapkan 5G. Ada IoT (Internet of Things), smart city, robotika, dan lainnya" lanjut Rudiantara.

Bila memang yang disampaikan Menkominfo benar, maka hal ini sejalan dengan rencana Pemerintah dalam memanfaatkan Industri 4.0, yang sarat akan penggunaan teknologi dan jaringan mutakhir.

Lalu bagaimana nasib para netizen? 5G hanya PHP doang dong? Mari kita berdoa akan ada solusi terbaik dalam penerapan teknologi 5G ini bagi masyarakat luas tapi tidak merusak kesehatan. Berguna namun tidak merugikan.

Sumber:https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/edwien-satya/dampak-radiasi-teknologi-5g-bagi-manusia-1554041266969794993

Komentar